Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

BPS Catat NTP Gorontalo Melemah di Tengah Deflasi Mei 2026

DB - Rabu, 03 Juni 2026 | 09:11:55 WIB Dibaca 5X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–» Kota Gorontalo – Provinsi Gorontalo mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 3,06 persen pada Mei 2026. Angka tersebut menjadi penurunan terdalam di antara 14 provinsi kawasan timur Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tersebut pada 2 Juni 2026. BPS mencatat NTP Gorontalo turun menjadi 121,92 dibandingkan April 2026.

BPS mencatat enam provinsi mengalami kenaikan NTP selama Mei 2026. Sementara itu, delapan provinsi mengalami penurunan NTP pada periode yang sama.

Sulawesi Tengah mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 4,72 persen. Sebaliknya, Gorontalo mencatat penurunan NTP terbesar di kawasan timur Indonesia.

Selain mencatat penurunan NTP, Gorontalo juga mengalami deflasi sebesar 0,96 persen pada Mei 2026.

BPS mencatat inflasi tahunan Gorontalo mencapai 2,99 persen. Selanjutnya, BPS mencatat inflasi tahun kalender sebesar 1,13 persen.

BPS mengaitkan inflasi tahunan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas. Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Selain itu, harga ikan selar atau tude juga meningkat. Kemudian, harga ikan mujair, cumi-cumi, dan ikan layang turut naik.

BPS juga mencatat kenaikan harga emas perhiasan dan air kemasan. Kenaikan harga berbagai komoditas tersebut mendorong inflasi tahunan di Gorontalo.

Secara wilayah, Kabupaten Gorontalo mencatat inflasi tahunan lebih tinggi dibanding Kota Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo mencatat inflasi tahunan sebesar 3,67 persen. Sementara itu, Kota Gorontalo mencatat inflasi tahunan sebesar 2,19 persen.

Selain itu, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Gorontalo turun 1,30 persen pada Mei 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat penurunan terbesar. Kelompok tersebut turun hingga 2,34 persen selama periode Mei 2026.