Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Wagub Idah Sebut Teknologi Prebiotik Mampu Tekan Biaya Produksi Petani Padi

DB - Rabu, 10 Juni 2026 | 10:53:39 WIB Dibaca 8X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–» Boalemo – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menilai teknologi Prebiotik Zero Waste Minyak Kelapa Omega 3 mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen. Penilaian tersebut disampaikan saat meninjau panen padi Kelompok Tani Huyula di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (10/6/2026).

Kelompok Tani Huyula menerapkan teknologi tersebut pada lahan seluas 60 hektare. Panen yang berlangsung saat ini merupakan musim tanam ketiga sejak penerapan metode prebiotik.

Idah mengapresiasi inovasi yang dikembangkan masyarakat setempat. Ia menilai teknologi tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan dan memiliki peluang pasar yang baik.

“Dari hasil yang kita lihat hari ini, padi yang menggunakan pupuk prebiotik memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan padi biasa. Bulir padinya lebih berisi, lebih bersih, dan tampak mengilap. Ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari masyarakat dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian,” ujar Idah.

Selain meningkatkan kualitas gabah, teknologi prebiotik juga menekan biaya produksi petani. Idah menjelaskan penggunaan pupuk konvensional membutuhkan biaya hampir Rp2 juta untuk satu petak sawah. Sementara itu, teknologi prebiotik hanya membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu.

“Hal ini tentu sangat membantu petani karena dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih baik, pendapatan petani juga berpotensi meningkat,” tambahnya.

Selanjutnya, Idah menyoroti dampak teknologi tersebut terhadap kesuburan lahan. Ia menjelaskan hasil pengujian unsur hara menunjukkan tanah tetap subur meski digunakan berulang kali untuk musim tanam berikutnya.

Menurut Idah, inovasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian. Karena itu, ia mendorong petani untuk terus memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kegiatan budidaya.

“Petani harus terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan inovasi, biaya produksi bisa ditekan, kualitas hasil panen meningkat, dan nilai jual produk pertanian menjadi lebih tinggi. Inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Idah mengajak petani memanfaatkan ajang Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII yang akan berlangsung di Gorontalo. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membuka akses pengetahuan baru, memperluas jaringan, dan memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani.

Menurut Idah, partisipasi aktif petani dalam PENAS akan memperkuat daya saing sektor pertanian Gorontalo sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.