Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Wagub Idah Minta Lokasi PENAS XVII Sajikan Edukasi dan Inovasi Pertanian Perikanan

DB - Selasa, 02 Juni 2026 | 09:07:21 WIB Dibaca 4X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–» Kabupaten Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mendorong setiap lokasi kunjungan peserta Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII menghadirkan nilai edukasi sekaligus menampilkan potensi unggulan daerah secara maksimal.

Idah menyampaikan hal tersebut saat meninjau tiga lokasi kunjungan peserta PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo, Selasa (2/6/2026). Ia meninjau lokasi bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo.

Idah mengawali kunjungan di Kelompok Tani Lamuta, Desa Hutanohu, Kecamatan Limboto Barat. Kelompok tersebut mengembangkan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan.

Idah menilai konsep pertanian organik dapat menjadi sarana pembelajaran bagi peserta PENAS. Selain itu, konsep tersebut juga memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selanjutnya, Idah mengunjungi sentra budidaya kacang tanah di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto. Lokasi itu menampilkan kemitraan petani dengan PT Garuda Food dalam pengembangan komoditas lokal.

Idah menilai kemitraan tersebut menunjukkan daya saing produk pertanian Gorontalo di pasar industri. Namun, ia meminta panitia tetap menampilkan komoditas lokal dalam bentuk aslinya.

“Kerja sama yang telah terjalin dengan industri tentu sangat baik. Namun saya berharap produk lokal tetap mendapat ruang untuk ditampilkan, sehingga pengunjung dapat melihat langsung kekayaan komoditas yang dimiliki Gorontalo sekaligus merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan budaya dan tradisi masyarakat,” ujar Idah.

Kemudian, Idah meninjau kelompok nelayan budidaya ikan nila sistem bioflok di Desa Lupoyo, Kecamatan Limboto. Kelompok tersebut dikelola generasi muda dengan memanfaatkan teknologi budidaya modern.

Idah menilai usaha tersebut dapat menjadi contoh penerapan ilmu pengetahuan dalam sektor perikanan. Selain itu, usaha tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha sesuai bidang keilmuan yang dimiliki. Selain menghasilkan nilai ekonomi, kawasan ini juga berpotensi menjadi sarana edukasi dan destinasi yang menarik bagi masyarakat untuk memperkenalkan budidaya perikanan modern,” kata Idah.

Selain melakukan peninjauan, Idah memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas lokasi kunjungan. Ia meminta pengelola menambah sarana pendukung, memperkuat materi edukasi, serta menampilkan inovasi petani dan nelayan secara lebih menarik.

Menurut Idah, kesiapan lokasi harus mampu memberikan pengalaman informatif bagi peserta PENAS. Karena itu, setiap lokasi perlu menampilkan keunggulan sektor pertanian dan perikanan Gorontalo secara komprehensif.

“Dengan persiapan yang matang, tentu kita di Gorontalo diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus memperkenalkan keberhasilan sektor pertanian dan perikanan daerah kepada peserta PENAS Tani dan Nelayan XVII pada 20-25 Juni mendatang,” tandasnya.