Penolakan Dana SBSN Dinilai Gusnar Hambat Persiapan Embarkasi Haji Gorontalo
Firar - Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:43:24 WIB Dibaca 10X
Foto: Istimewa
riiljejak.id —–» Kota Gorontalo — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai penolakan tambahan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berpotensi menghambat persiapan embarkasi haji Gorontalo.
UPT Asrama Haji Gorontalo sebelumnya menolak penambahan pagu SBSN sebesar Rp68,25 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Arie Suwandani Wiwit Warastuti mengungkapkan persoalan tersebut dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev).
Gubernur Gusnar Ismail memimpin rapat tersebut di Ruangan Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Arie menjelaskan pemerintah menambah pagu anggaran sebesar Rp68,25 miliar pada Juni 2026 untuk UPT Asrama Haji Gorontalo.
Pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk membangun gedung penginapan, gudang, dan klinik.
Menurut Arie, tambahan anggaran itu seharusnya memperkuat kesiapan fasilitas embarkasi haji di Gorontalo.
Namun, pejabat pembuat komitmen UPT Asrama Haji memilih tidak mengeksekusi anggaran tersebut.
Arie menyebut keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi alasan utama penolakan tambahan anggaran itu.
“Penambahan ini sudah sangat baik karena di bandara sudah dibangun apron dan taxiway untuk persiapan embarkasi haji. Namun pejabat pembuat komitmen di UPT Asrama Haji tidak berani mengeksekusinya dengan alasan waktu efektif di tahun anggaran 2026 tersisa enam hingga tujuh bulan, tidak cukup untuk mengerjakan seluruh paket pekerjaan,” jelas Arie Suwandani.
Gusnar menyayangkan keputusan tersebut karena Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperjuangkan status embarkasi haji.
Ia menilai ketersediaan fasilitas Asrama Haji menjadi bagian penting dalam memenuhi kesiapan embarkasi.
Menurut Gusnar, penolakan tambahan dana itu dapat memperlambat upaya daerah dalam mewujudkan embarkasi haji.
“Padahal embarkasi haji adalah prioritas super di daerah dan kita berjuang bersama-sama untuk mendapatkan dana ini dari SBSN,” sesal Gusnar.
Selain pembangunan fasilitas Asrama Haji, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pendukung di Bandara Djalaludin.
Kanwil DJPb Gorontalo mencatat pembangunan apron dan taxiway terus berjalan untuk mendukung persiapan embarkasi haji.
Paket pekerjaan tersebut menunjukkan progres fisik di atas 45 persen.
Kanwil DJPb Gorontalo memproyeksikan pekerjaan itu selesai lebih cepat dari batas akhir kontrak.
Persiapan infrastruktur tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan embarkasi haji Gorontalo.
Namun, Gusnar menilai seluruh persiapan harus berjalan seiring agar target embarkasi haji dapat segera terwujud dan memberikan kemudahan bagi calon jemaah haji Gorontalo.

